Dial Kala
Jam analog dengan pendekatan visual khas, pilihan format 12/24 jam, serta informasi waktu yang terhubung dengan konteks kalender dan Wayah.
Waktu sehari-hariKala Sang Waktu mengajakmu membaca waktu melalui jam, kalender Nusantara, Wayah Jawa, Pawukon, Pranata Mangsa, serta pengetahuan tentang Matahari dan Bulan—dalam satu pengalaman visual yang berakar pada kearifan lokal.
Satu lingkaran. Banyak cara membaca waktu.

Fitur Kala Sang Waktu menyatukan utilitas waktu modern dengan sistem penanggalan dan pengetahuan tradisional dalam antarmuka yang dapat dijelajahi.
Jam analog dengan pendekatan visual khas, pilihan format 12/24 jam, serta informasi waktu yang terhubung dengan konteks kalender dan Wayah.
Waktu sehari-hariJelajahi tanggal Masehi, kalender Sultan Agungan, Saka Jawa Kuna, Hijriyah, weton, dan informasi kalender lain dalam satu pengalaman.
Tanggal & penanggalanKenali pembagian waktu tradisional sepanjang hari, beserta nama dan penjelasan periodenya sesuai profil tradisi yang dipilih.
Ritme harianPelajari siklus Pawukon 210 hari yang tersusun dari 30 wuku, dengan penjelasan dan konteks budaya yang terkait.
Siklus 210 hariJelajahi 12 mangsa sebagai warisan pengetahuan musim dan agraris. Informasinya merupakan pedoman tradisional, bukan prakiraan cuaca.
Musim & kearifan agrarisTemukan perhitungan astronomi dan informasi langit seperti waktu terbit, tengah hari, terbenam, serta fase Bulan berdasarkan data dan lokasi acuan.
Kalkulasi astronomiSesuaikan tampilan dial melalui opsi tema, jarum, indikator, teks, latar, dan format jam agar terasa lebih personal.
Dial & tampilanSimpan catatan dari konteks waktu, Wayah, dan kalender ke arsip lokal perangkat untuk ditinjau kembali.
Catatan pribadi lokalIlustrasi membantu membuka pintu untuk mengenali konsep dan tradisi; data, nama, dan penjelasan tetap perlu mengikuti sumber yang dapat ditelusuri.

Diagram siklus sebagai sarana visual untuk menjelajahi 30 wuku dan siklus 210 hari.

Lanskap agraris untuk mengantar penjelasan tentang pengetahuan musim tradisional Jawa.

Inspirasi bentuk dan warna untuk membangun identitas visual yang terasa bersejarah.
Pratinjau berikut merangkai aset visual yang tersedia di proyek untuk memperlihatkan karakter tiap bagian, bukan tangkapan layar final dari perangkat.
Dial bukan hanya alat baca jam, tetapi pintu menuju informasi waktu dan kalender yang menyertainya.
Lihat pilihan widget
Masehi · Sultan Agungan · Saka Jawa Kuna · Hijriyah · Pawukon
Berbagai sistem penanggalan dapat dilihat berdampingan agar pengguna lebih mudah menjelajahi perbedaan dan keterkaitannya.
Kenali fitur kalender
Kenali pembagian Wayah dan tradisi musim melalui ilustrasi yang terinspirasi kehidupan Nusantara.
Ilustrasi fajar, siang, senja, dan malam memberi konteks visual pada cara tradisional memaknai perjalanan hari.
Jelajahi Wayah
Wayah Jawa menjadi salah satu ciri khas Kala Sang Waktu: pembagian waktu tradisional ditampilkan sebagai pengalaman yang bisa dibaca dan dipelajari, bukan sekadar angka di jam digital.
Proyek Android menyediakan beberapa ukuran widget. Pilih bentuk yang sesuai dengan ruang dan informasi yang ingin ditampilkan di layar utama.
Pengembang produk digital
Kala Sang Waktu dikembangkan oleh PT Ismaya Dewa Mitra sebagai eksplorasi aplikasi waktu dan pengetahuan budaya yang menyatukan utilitas modern dengan konteks lokal Nusantara.
Fokusnya bukan hanya menampilkan jam yang berbeda, tetapi memberi ruang untuk mengenali kalender, siklus waktu, dan tradisi yang menyertainya melalui antarmuka yang dirancang dengan perhatian pada detail visual.
Catatan: informasi astronomi menggunakan perhitungan dan lokasi acuan aplikasi; bukan observasi langit langsung atau prakiraan cuaca.
Jelajahi jam, kalender, Wayah, Pawukon, dan pengetahuan waktu Nusantara melalui Kala Sang Waktu.